Langsung ke konten utama

Kembangan Gelang Pintar, Facebook Masukan Startup CTRL-Labs

Sumber: google.com

Facebook Inc mengakuisisi sebuah perusahaan rintisan bernama CTRL-Laboratorium yang berbasis di New York. Startup tersebut mengeksplorasi cara-cara seseorang berkomunikasi dengan komputasi menggunakan brain signal.

Wakil Presiden Facebook untuk AR/VR, Andrew Bosworth mengumumkan kesepakatan tersebut dalam sebuah postingan Facebook, sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (24/9/2019).

Perusahaan akan menggunakan teknologi CTRL-Labs untuk mengembangkan gelang pintar yang dapat terhubung ke perangkat lain secara intuitif. Bosworth berharap Facebook dapat membangun teknologi pada skala besar dan bisa lebih cepat menghadirkannya ke konsumen.

"Visi  untuk proyek ini adalah gelang yang memungkinkan penggunanya mengontrol perangkatnya secara langsung," kata Bosworth.

Menurut laporan media CTRL-Labs bekerja dengan brain signal dan machine learning untuk menciptakan sebuah interface yang membuat seseorang dapat mengendalikan komputer dengan berpikir. Perangkat gelang pintar yang sedangkan dikembangkan itu akan menggunakan sensor yang akan melacak gerakan dan menjadikannya input bagi perangkat lain.

Berdasarkan laporan CNBC, akuisi tersebut menghabiskan sekitar 1 miliar dolar AS. Informasi itu diperoleh dari salah seorang narasumber yang mengetahui detail masalah ini. Namun, Facebook menolak permintaan mengomentari soal nilai akuisisi tersebut.

Facebook tampaknya tengah gencar mengembangkan perangkat pintar melalui divisi AR/VR dalam perusahaannya. Beberapa waktu lalu raksasa media sosial tersebut telah menjalin kerja sama dengan brand kacamata ternama untuk mengembangkan Orion, sebuah kacamata pintar.




Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada 2030, Pertumbuhan Mobil Listrik dan Hidrogen di Korsel Hingga 33 Persen

Sumber: google.com Korea Selatan mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan mobil listrik dan hidrogen menjadi 33 persen dari total pada tahun 2030 sebagai upaya mendorong kendaraan masa depan. Pertumbuhan itu dapat membantu negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia menjadi lokomotif mobil dunia dengan mengumpulkan 10 persen dari pasar global. Korea Selatan berencana untuk mengurangi ketergantungannya pada teknologi asing. Penelitian tentang mobil terbang juga akan dilakukan untuk komersialisasi pada tahun 2025. "Pasar mobil global diperkirakan akan membukukan pertumbuhan sekitar 1 persen untuk saat ini," kata Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel melansir Yonhap, Selasa (15/10/2019). Korsel menyatakan harus mandiri pada sektor industri mobil listrik, hidrogen, dan otonom demi pertumbuhan yang berkelanjutan. "Untuk Korea Selatan , produsen mobil terbesar ketujuh di dunia, segmen mobil adalah tulang punggung utama per...

Chip Berteknologi AI Dikembangkan Intel

Sumber: google.com Intel Corp telah meluncurkan chip terbarunya yang sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan ( AI ). Pihaknya juga menyebut komponen tersebut sengaja dirancang untuk kebutuhan pusat komputasi awan. Chip tersebut sudah dikembangkan di fasilitas pengembangan Haifa, Israel, yang dikenal sebagai Nervana NNP-I atau Springhill, sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (21/8/2019). Intel menjelaskan chip berteknologi AI itu, dibangun dengan dasar prosesor Ice Lake 10 Nanometer yang diklaim memungkinkan memproses pekerjaan yang berat, namun dengan penggunaan energi yang minim. Penggunaan teknologi AI dilakukan telah Intel berinvestasi di sebuah perusahaan rintisan AI asal Israel, seperti Habana Labs dan NeuroBlade. Saat ini, Facebook disebut telah menggunakan produk tersebut. General Manager Produk Kecerdasan Buatan Intel , Naveen Rao mengatakan guna mewujudkan segalanya berteknologi AI pada masa depan. “Untuk mewujudkan segalanya memiliki AI pada ...

Catat! Program Perbaikan Gratis Untuk Apple Watch Seri 2 dan 3

Sumber: google.com Kabar baik bagi kalian pengguna Apple Watch seri 2 atau 3, bahwasannya Apple telah mengumumkan kalau mereka memiliki program perbaikan gratis untuk kedua model ini. Program tersebut dilakukan Apple karena banyak ditemukan di mana ujung layar dari kedua seri retak, bahkan kerusakan itu bukan disebabkan oleh penggunanya. “Apple telah menentukan bahwa, dalam keadaan yang sangat jarang, celah dapat terbentuk di sepanjang tepi layar yang bulat dalam model aluminium Apple Watch Series 2 atau Series 3,” menurut keterangan tertulis laman resmi Apple. Namun, bukan tanpa persyaratan untuk mengikuti program tersebut. Apple hanya akan memperbaiki Apple Watch seri 2/3 yang terbuat dari aluminium dan mencangkup ukuran 38mm dan 42mm. Melansir Ubergizmo, Senin (2/9), jika Apple Watch kalian ditemukan dengan kondisi seperti yang sudah dikatakan di atas, maka kalian berhak atas perbaikan gratis, pun meski sudah tak memiliki garansi. Sumber: akurat.co