Langsung ke konten utama

Sadis! Shopee Raup Rp 1,3 Triliun Pada Puncak Harbolnas

Sumber: google.com


Salah satu platform belanja online (E-Commerce) Shopee mengklaim bahwa pada gelaran puncak Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12/12 kemarin berhasil meraup transaksi hingga Rp 1,3 triliun dalam waktu seharian.

"12.12 kemaren kita dalam satu hari itu mencapai 1,3 triliun rupiah dalam 24 jam," pungkas Rezki Yanuar selaku Country Brand Manager Shopee saat ditemui usai acara Juara E-Commerce 2019 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (18/12).

Rezki berdalih bahwa dari jumlah transaksi tersebut, sektor fashion dan digital product menjadi dominan para pelanggannya sepanjang hari pada gelaran puncak Harbolnas kemarin.

"Fesyen, beauty, digital product dan elektronik juga itu yang cukup banyak, karena kan 12.12 ini biasanya orang sudah menunggu pastinya, jadi seperti itu," tambahnya.

Kendati demikian, Rezki mengaku tidak menyangka bahwa jumlah transaksi hingga Rp 1,3 triliun tersebut berhasil didapatkan hanya dalam waktu 24 jam.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa selama kurtal ke-tiga tahun 2019 ini, Shopee mendapatkan jumlah transkaksi dengan rata-rata 1.5 juta transkasi setiap harinya, dengan 60-70 persennya merupakan kaum Perempuan.

Namun, E-Commerce dengan logo S pada tas berwarna orange tersebut, menyangkal bahwa target dari Shopee merupakan Perempuan, karena menurutnya mereka tidak memberikan perbedaan khusus untuk segmen gender bagi penggunanya.

"Kita sebenernya tidak pernah mem-build Shopee itu sentrik ke salah satu gender, cuma memang pada dasarnya secara organik yang suka belanja itu Perempuan," tutup Rezki.




Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada 2030, Pertumbuhan Mobil Listrik dan Hidrogen di Korsel Hingga 33 Persen

Sumber: google.com Korea Selatan mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan mobil listrik dan hidrogen menjadi 33 persen dari total pada tahun 2030 sebagai upaya mendorong kendaraan masa depan. Pertumbuhan itu dapat membantu negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia menjadi lokomotif mobil dunia dengan mengumpulkan 10 persen dari pasar global. Korea Selatan berencana untuk mengurangi ketergantungannya pada teknologi asing. Penelitian tentang mobil terbang juga akan dilakukan untuk komersialisasi pada tahun 2025. "Pasar mobil global diperkirakan akan membukukan pertumbuhan sekitar 1 persen untuk saat ini," kata Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel melansir Yonhap, Selasa (15/10/2019). Korsel menyatakan harus mandiri pada sektor industri mobil listrik, hidrogen, dan otonom demi pertumbuhan yang berkelanjutan. "Untuk Korea Selatan , produsen mobil terbesar ketujuh di dunia, segmen mobil adalah tulang punggung utama per...

Chip Berteknologi AI Dikembangkan Intel

Sumber: google.com Intel Corp telah meluncurkan chip terbarunya yang sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan ( AI ). Pihaknya juga menyebut komponen tersebut sengaja dirancang untuk kebutuhan pusat komputasi awan. Chip tersebut sudah dikembangkan di fasilitas pengembangan Haifa, Israel, yang dikenal sebagai Nervana NNP-I atau Springhill, sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (21/8/2019). Intel menjelaskan chip berteknologi AI itu, dibangun dengan dasar prosesor Ice Lake 10 Nanometer yang diklaim memungkinkan memproses pekerjaan yang berat, namun dengan penggunaan energi yang minim. Penggunaan teknologi AI dilakukan telah Intel berinvestasi di sebuah perusahaan rintisan AI asal Israel, seperti Habana Labs dan NeuroBlade. Saat ini, Facebook disebut telah menggunakan produk tersebut. General Manager Produk Kecerdasan Buatan Intel , Naveen Rao mengatakan guna mewujudkan segalanya berteknologi AI pada masa depan. “Untuk mewujudkan segalanya memiliki AI pada ...

Catat! Program Perbaikan Gratis Untuk Apple Watch Seri 2 dan 3

Sumber: google.com Kabar baik bagi kalian pengguna Apple Watch seri 2 atau 3, bahwasannya Apple telah mengumumkan kalau mereka memiliki program perbaikan gratis untuk kedua model ini. Program tersebut dilakukan Apple karena banyak ditemukan di mana ujung layar dari kedua seri retak, bahkan kerusakan itu bukan disebabkan oleh penggunanya. “Apple telah menentukan bahwa, dalam keadaan yang sangat jarang, celah dapat terbentuk di sepanjang tepi layar yang bulat dalam model aluminium Apple Watch Series 2 atau Series 3,” menurut keterangan tertulis laman resmi Apple. Namun, bukan tanpa persyaratan untuk mengikuti program tersebut. Apple hanya akan memperbaiki Apple Watch seri 2/3 yang terbuat dari aluminium dan mencangkup ukuran 38mm dan 42mm. Melansir Ubergizmo, Senin (2/9), jika Apple Watch kalian ditemukan dengan kondisi seperti yang sudah dikatakan di atas, maka kalian berhak atas perbaikan gratis, pun meski sudah tak memiliki garansi. Sumber: akurat.co